
Jakarta, healthtipsgalaxy Indonesia
—
Sebuah restoran berbintang
Michelin
di Korea Selatan tersandung kasus hukum usai menyajikan
sorbet
bertabur semut kepada pelanggannya.
Pemilik restoran yang identitasnya dirahasiakan itu dituntut hukuman penjara selama satu tahun karena diduga melanggar Undang-Undang Sanitasi Pangan Korea Selatan.
Jaksa juga meminta pengadilan menjatuhkan denda sebesar 20 juta won atau sekitar Rp235 juta kepada perusahaan pengelola restoran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini mencuat setelah penyelidikan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan menemukan bahwa restoran tersebut menggunakan semut kering impor dari Thailand dan Amerika Serikat sebagai hiasan (
garnish
) dan pelengkap rasa pada hidangan sorbet, dikutip dari
Bangkok Post.
Dalam setiap sajian, koki disebut menambahkan sekitar tiga hingga lima ekor semut untuk memberikan cita rasa asam.
Di Korea Selatan, hanya 10 jenis serangga yang diizinkan untuk dikonsumsi manusia sebagai bahan pangan, di antaranya belalang dan larva ulat hongkong. Sementara semut tidak termasuk dalam daftar tersebut sehingga tidak boleh digunakan sebagai bahan makanan.
Jaksa menyebut restoran yang telah mengantongi dua bintang Michelin itu menyajikan sorbet ber-topping semut lebih dari 12.200 kali sejak 2021 hingga awal 2025.
Ditambahkan dari
The Korea Herald
, dari hidangan tersebut, restoran diperkirakan telah meraup pendapatan sekitar 120 juta won atau sekitar Rp1,4 miliar. Pihak berwenang juga memperkirakan sekitar 49 ribu ekor semut digunakan selama periode tersebut.
Meski mengakui penggunaan semut, pemilik restoran membantah seluruh pelanggan menerima hidangan itu. Ia mengatakan hanya sekitar 60 persen tamu yang memilih mencicipinya. Sementara jaksa mengasumsikan setiap pelanggan disajikan sorbet ber-topping semut.
Dalam pembelaannya, pemilik restoran menilai penggunaan semut bukanlah hal yang asing di dunia kuliner internasional. Ia menyebut sejumlah restoran di negara seperti Denmark, Inggris, dan Australia juga memanfaatkan semut sebagai salah satu bahan masakan.
Pada pernyataan terakhirnya di persidangan, terdakwa menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.
“Saya meminta maaf atas kejadian ini yang terjadi karena saya tidak sepenuhnya memahami peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Pengadilan Distrik Barat Seoul dijadwalkan membacakan putusan pada 2 September mendatang. Kendati kreativitas kuliner terus berkembang, namun kreativitas di dapur juga tetap perlu memperhatikan regulasi keamanan pangan.
(fef)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video healthtipsgalaxy]
Baca lagi: Lee Do-hyun dan WOODZ Bintangi Nambeol Bareng Lee Byung-hun
Baca lagi: Nicolas Otamendi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina
Baca lagi: IShowSpeed Pamer Momen Ketemu BTS di Final Piala Dunia 2026




5 Responses
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas materi ini dengan bahasa yang santai. Makasih min. Info pelengkap yang searah bisa dicek juga lewat tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296927367_htm
Artikelnya ngebantu banget nih buat nambah wawasan, bahasannya rapi dan gampang dimengerti. Buat pelengkap materi, coba deh intip bahasan menarik di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297176040_htm
spaceman slot terbaik main di crazyrich88
untung88 sebagai slot thailandterpercaya
Bahasannya sangat berbobot dan terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Sukses terus untuk blognya! Kebetulan kemarin sempat baca ulasan sejenis yang detail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320687135_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297577958_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297006400_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297065619_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297580690_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320295813_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320162897_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297143687_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320639210_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320376741_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320044416_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320487854_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320257185_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320271534_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296999715_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320468067_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320381965_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297177551_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297597217_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320249271_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297272788_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320466444_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297525704_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320500660_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320428627_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297027160_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320481427_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320478695_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297186806_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296891768_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297295043_htm
https://blog.dma.org/page/88/?pages-list