
Jakarta, healthtipsgalaxy Indonesia
—
Daging merah
banyak dipakai dalam hidangan khas Nusantara. Namun daging merah banyak dikaitkan dengan beragam masalah kesehatan. Memangnya apa yang terjadi pada tubuh jika makan daging merah setiap hari?
Banyak masakan Nusantara yang menggunakan daging merah. Sebut saja gulai kambing, rendang sapi, sate, juga soto. Sulit sekali melewatkan santapan lezat ini. Namun konsumsi daging merah terus-menerus tentu mendatangkan risiko kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari
Health
, asupan tinggi daging merah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi.
Hanya saja, studi menunjukkan bahwa konsumsi daging merah lebih banyak terutama daging merah olahan lebih berpeluang terkena hipertensi dan penyakit jantung dibanding mereka yang tidak.
Daging merah olahan ini termasuk sosis, bacon, deli, juga salami. Daging olahan biasanya tinggi natrium sehingga membuat tubuh menahan air dan meningkatkan kadar tekanan darah.
Selain itu, terdapat kandungan pengawet seperti natrium nitrit yang bisa memicu peradangan dan meningkatkan tekanan darah.
Konsumsi daging merah terutama daging olahan pun terkait dengan risiko kanker seperti, kanker kolorektal dan kanker payudara.
Melihat deret risiko kesehatan, sebaiknya kamu membatasi konsumsi daging merah. Institut Penelitian Kanker Amerika merekomendasikan untuk membatasi konsumsi daging merah tidak lebih dari tiga porsi per minggu.
Kemudian untuk daging merah olahan, sebisa mungkin dihindari.
Makan ini bersama daging merah
Asal sesuai rekomendasi, daging merah tidak akan memicu masalah kesehatan. Namun yang kerap dikeluhkan adalah masalah pencernaan. Beberapa orang mengalami sembelit setelah makan daging merah.
Menghimpun informasi dari berbagai sumber, konsumsi daging merah sebaiknya dipadukan dengan sayuran tinggi serat dan makanan yang mengandung enzim yang membantu pencernaan.
Beberapa makanan yang disarankan antara lain, nanas, kiwi, kimchi, jahe, brokoli, dan asparagus.
Nanas dan kiwi mengandung bromelain dan acnitidin. Kedua enzim ini membantu mencerna protein dan mengurangi begah di perut.
Sementara itu, jahe yang mengandung gliserol mampu menstimulasi enzim pencernaan dan bikin nyaman perut.
Sayuran hijau dan makanan fermentasi mampu melancarkan pencernaan dan mendukung mikrobioma usus.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video healthtipsgalaxy]
Baca lagi: JD Vance Kesal, Beber Upaya Israel Gagalkan Pembicaraan Damai AS-Iran
Baca lagi: Enak Buat ‘Babu’ Tapi 8 Makanan Ini Jangan Diberikan pada Kucing Ya
Baca lagi: Israel Beber Hamas Masih Kuat di Gaza, Punya Skuad Elite Nukhba



5 Responses
Terima kasih atas panduan informatifnya min, sangat bermanfaat buat khalayak umum. Sebagai tambahan referensi dari sumber lain, ada juga ulasan menarik di https://first-formula-keto-gummie-official.company.site/
Artikelnya ngebantu banget nih buat nambah wawasan, bahasannya rapi dan gampang dimengerti. Buat pelengkap materi, coba deh intip bahasan menarik di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320582433_htm
Sangat suka dengan kesimpulan akhir artikel ini, sangat objektif dan edukatif. Keren admin! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320144217_htm yang mengulasnya secara mendetail.
Artikelnya ngebantu banget nih buat nambah wawasan, bahasannya rapi dan gampang dimengerti. Buat pelengkap materi, coba deh intip bahasan menarik di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297176040_htm
Bahasannya sangat berbobot dan terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Sukses terus untuk blognya! Kebetulan kemarin sempat baca ulasan sejenis yang detail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320687135_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297577958_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297006400_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297065619_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297580690_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320295813_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320162897_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297143687_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320639210_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320376741_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320044416_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320487854_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320257185_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320271534_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296999715_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320468067_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320381965_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297177551_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297597217_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320249271_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297272788_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320466444_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297525704_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320500660_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320428627_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297027160_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320481427_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320478695_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297186806_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296891768_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297295043_htm
https://blog.dma.org/page/88/?pages-list